teguhtriwiyanto

just another teguh triwiyanto weblog

Pengetahuan apa yang paling berharga?

Teguh Triwiyanto Pengetahuan apa yang paling berharga? Apa yang harus diajarkan yang paling berharga bagi kehidupan seseorang? Herbert Spencer menganjurkan hal-hal berikut: (1) Self-preservation, berkaitan dengan kelangsungan hidup; (2) Securing the necessities of life, mencari nafkah melalui kerja; (3) Rearing a family, mengurus rumah tangga;(4) Maintaining proper social and political relationship, memlihara ikatan sosial masyarakat dan negara; dan (5) Enjoying leisure time, waktu senggang untuk kegiatan menyenangkan.

Filed under: Pendidikan, ,

Daulat Rakyat

Teguh Triwiyanto. Daulat rakyat, bukan daulat tuan. ”Tak perlu takut keagungan,” tulis Wiiliam Shakespeare. “Sebagian orang terlahir agung, sebagian lagi mencapai keagungan, sedangkan sisanya memiliki kepercayaan agung pada mereka.”

Filed under: Pendidikan

Kakek, Nenek & Cucu: Melaju di Jalan Cinta

Teguh Triwiyanto Seorang Nenek, duduk tepat sebelah saya, bersisian di lorong bus bercerita tentang cucu pertamanya yang masih kelas 3 SD. Cintanya yang besar kepada cucunya itu membawa keresahan panjang, menembus jarak Yogyakarta – Malang untuk memastikan kondisi cucunya baik-baik saja. Nenek ini begitu kuatir karena suaminya (Kakek) mengabarkan bahwa cucunya, seperti terlihat dalam foto di handphone, terlihat kurus.

Tanpa pikir panjang, Nenek ini langsung menuju Malang untuk segera ingin memastikan kondisi cucunya. Sayangnya, Nenek yang sedang kuatir ini tidak sempat mengetahui bahwa suaminya juga mengalami kecemasan yang sama. Setelah satu jam keberangkatan istrinya (Nenek), sang Suami menyusul kemudian ke Malang. Keduanya tidak saling memberitahukan situasi dan kondisi masing-masing.

Bus kami berhenti untuk makan malam, setelah selesai makan Nenek yang duduk disebelah saya kaget karena melihat suaminya memasuki rumah makan itu.

Kedunya saling menanyakan; kenapa bisa seperti ini kejadiannya. Nenek itu mengenggam erat tangan suaminya, yang dengan pelan-pelan membalas mengelusnya. Tampaknya keterkejutan keduanya mulai terurai, bahwa keduanya sama-sama kuatir dengan cucunya.

Akhirnya bus kembali bergerak meninggalkan rumah makan, Nenek melanjutkan perjalanannya ke Malang, dengan bus berbeda suaminya menyusul di belakangnya.

Cinta yang manis dari Nenek/Kakek itu, cinta kepada cucunya, menenggelamkan jarak ratusan kilo meter jauhnya. Mudah-2an kedunya dilindungi Tuhan dan cucu itu kondisinya baik-baik saja.

Filed under: warna warna

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.