teguhtriwiyanto

just another teguh triwiyanto weblog

Sepenggal Cerita Mudik di Masa Lalu

Teguh Triwiyanto. Tentu bukan tanpa alasan orang berduyun-duyun dengan penuh resiko melakukan perjalanan melelahkan untuk mudik. Semua terbayar setimpal dengan gerojokan dan limpahan ketenangan dan kehangatan psikologis dari silaturahim religius ini. Sebab selain kembali ke tanah kelahiran (udik/kampung), didalamnya ada bakti dan ketertundukan kepada orang tua, wakil Tuhan di dunia. Tanah kelahiran sering merujuk tempat tinggal orang tua, di sebagian besar Indonesia orang tua/keluarga inti bertempat ‘menetap’ dari generasi ke generasi di wilayah tertentu.

Saya melihat mudik bukan persoalan moda transportasi atau biaya yang harus terbayarkan, bukan itu. Mudik merupakan peristiwa psikologis yang harus diperjuangkan, maka banyak pengorbanan dilakukan untuk menebusnya. Perjalanan spiritual selama Ramadhan, menegaskan ibadah transendental yg individual dengan Tuhan, di ujung bulan itu ada kesucian. Menebus kesucian itu dimaknai sebagai saling memaafkan. Nah, figur orang tua (kandung atau mertua) menjadi kunci pembuka untuk saling memaafkan. Mudik merupakan upaya mencari kunci pembuka itu, tentu saja kunci di sini bermakna psikologis.

Alasan mudik di atas mungkin akan berbeda pada tiap orang yang melakukannya. Tapi kalau saya masih diperkenankan mudik, saya ingin menjadikan alasan itu. Bukan, alih-alih malas untuk mudik, alasan di atas dijadikan pembenaran. Karena saya sekarang saya melakukan silaturahim kepada saudara-saudara ibu/bapak kandung dan mertua, kakak, adik, saudara sekampung/udik. Cerita mudik, dengan alasan-alasan di atas menjadi sepenggal cerita di masa lalu.

Selamat mudik kawan-kawan, sahabat-sahabat tercinta, kembalilah dalam pelukan orang tua, di mana kepurbaan mendamaikan. Selamat hari raya Iedul fitri, mohon maaf lahir dan batin. Maafkanlah semua kesalahan kami, ucapan, tulisan maupun tindakan, semoga Alloh menjadikan kita termasuk yg kembali suci dan beruntung… Salam (teguh, hera, nevaehtera, eikasia & langit)

Filed under: Pendidikan,

Selamat Hari Raya Idul Fitri

Teguh Triwiyanto. Selamat hari raya Iedul fitri juga, mohon maaf lahir dan batin. Maafkanlah semua kesalahan kami, ucapan, tulisan maupun tindakan, semoga Alloh menjadikan kita termasuk yg kembali suci dan beruntung… Salam (teguh, hera, nevaehtera, eikasia & langit)

Filed under: Pendidikan,

Eikasia & Langit

Filed under: Pendidikan,

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.