teguhtriwiyanto

just another teguh triwiyanto weblog

Sekolah Pertama, Kurikulum & Kepala Sekolah

Teguh Triwiyanto. Sekolah pertama didirikan VOC di Ambon tahun 1607, sementara di Jakarta tahun 1617. Siswanya berjumlah 92 laki-laki dan 45 perempuan setelah lima tahun berdirinya sekolah tersebut di Jakarta. Sampai tahun 1786 sekolah di Jakarta tersebut  menggunakan bahasa Belanda sebagai bahasa pengantar, sesudah tahun Read the rest of this entry »

Filed under: Pendidikan

Ilmu, Teknologi & Manajemen Pendidikan Tinggi Indonesia: Pergulatan Arus Struktural Global

Teguh Triwiyanto Forum Rektor Indonesia (FRI) megusulkan pembentukan kementerian yang menangani pendidikan tinggi, riset, dan teknologi. Pro-kontra pun terjadi. Daoed Joesoef (Kompas/2/2014) termasuk yang tidak setuju. Sementara Azyumardi Azra (Kompas, 26/2/2014) mendukung gagasan FRI. Namun, satu hal yang diamini oleh kedua belah pihak yaitu bahwa kinerja riset pendidikan tinggi (PT) Indonesia memang redah Read the rest of this entry »

Filed under: Pendidikan, ,

Essensialisme Dalam Pendidikan

Teguh Triwiyanto Essensialisme berpegang pada pernyataan utama bahwa “alam semesta beserta segala unsurnya diatur oleh hukum yang mencakup semuanya serta tatanan yang sudah mapan sebelumnya, karena itu tugas utama manusia adalah untuk memahami hukum dan tatanan ini sehingga ia bisa menghargai dan menyesuaikan diri dengannya”. Bagi seorang esensialis, sasaran utama sekolah adalah untuk mengenalkan anak didik kepada karakter dasar alam semesta yang tertata itu, dengan cara mengenalkan mereka pada warisan budaya (O’neil, 2002:22).

Tujuan umum aliran essensialisme adalah membentuk pribadi bahagia di dunia dan akherat. Oleh karena itu, isi pendidikannya ditetapkan berdasarkan kepentingan efektifitas pembinaan kepribadian yang mencakup ilmu yang harus dikuasai dalam kehidupan dan mampu menggerakkan keinginan manusia. Karenanya kurikulum essensialisme dianggap semacam miniatur dunia yang dapat dijadikan sebagai ukuran kenyataan, kebenaran dan kegunaan. Dengan demikian peranan sekolah dalam menyelenggarakan pendidikan menjadi lebih berfungsi, berhasil guna dan berdaya guna sesuai dengan prinsip-prinsip dan kenyataan sosial (Indar, 1994:137).

Barnadib (1985:11) menyebutkan beberapa tokoh terkemuka yang berperan dalam penyebaran aliran essensialisme, dan sekaligus memberikan pola dasar pemikiran pendidikan mereka. Diantara tokoh-tokoh tersebut yaitu Desiderius Erasmus, Johann Henrich Peztalozi, dan William T Haris.

Filed under: Pendidikan,

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.